Teks Eksplanasi Resesi
Nama Anggota Kelompok 5:
1. Fadillah Huriyah (11)
2. Indah Selviana Rahman (17)
3. Mohammad Fachri (22)
4. Rafliza Nabil Imansyah (33)
5. Shella Ramadina Baihaqi (34)
RESESI
Secara umum, resesi adalah fenomena menurunnyakondisi ekonomi secara signifikan di suatu wilayah ataunegara. Atau secara teori adalah pertumbuhan negatifPenghasilan Domestik Bruto (PDB) selama 2 kuartalatau lebih secara berturut-turut. Resesi dapatmenghasilkan dampak negatif secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi seperti investasi, ekspor-impor, perdagangan, lapangan pekerjaan dan lain sebagainya.
Ketika terjadi resesi, semua pelaku ekonomi akanmerasakan dampkanya. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya, aktivitas ekonomi terjadi ketika setiapindividu atau pelaku ekonomi salingbertransaksi,sehingga terbentuk banyaknya koneksiyang saling terkait dengan erat . Salah satu contohaktivitas ekonomi seperti seorang petani yang membelibenih padi untuk ditanam, kemudian menjualnyakepada para pedagang setelah masa panen. Pedagangtersebut membeli sebuah truk untuk mengangkut padidan beras kepada para perusahaan merk beras. Perusahaan-perusahaan tersebut membeli mesin dan mempekerjakan para karyawannya untuk mengemasdan mengangkut beras-beras tersebut kepada para pedagang eceran seperti gerai supermarket sampai kewarung-warung kecil. Banyaknya pihak yang salingterkait membuat kondisi ekonomi sebenarnya sangat rentan terhadap faktor-faktor internal maupuneksternal yang dapat membuat ekonomi jatuh ke jurangresesi.
Resesi sering diasosiasikan dengan menurunnyaharga-harga atau yang disebut sebagai deflasi, ataubahkan kebalikannya, yaitu meningkatnya harga-hargabarang secara tajam. Ketika suatu resesi berlangsunglama, maka hal tersebut disebut depresi ekonomi, yaitusuatu keadaan terjadi penurunan aktivitas ekonomiyang parah dan berkepanjangan. Ketika suatu depresiekonomi sudah semakin parah dan berlangsung lebihPanjang, atau akibat dari hiperinflasi, disebut sebagaikebangkrutan ekonomi.
Faktor-faktor Terjadi Resesi
1. Ketimpangan produksi dan konsumsi:
Daya beli masyarakat atau keseimbangan antaraproduksi dan konsumsi merupakan dasar dari ekonomi. Namun, ketika adanya ketimpangan antar kedua haltersebut, terjadi masalah serius dalam perputaran siklusekonomi. Jika produksi yang tinggi tidak diikuti dengankonsumsi yang tinggi pula, misalnya karena penurunandaya beli, maka kemungkinan besar produsen akanmengalami kerugian bahkan kebangkrutan. Hal inidapat menyebabkan produsen melakukan pemutusanhubungan kerja terhadap para karyawannya yang pada akhirnya menyebabkan daya beli masyarakat yang semakin menurun.
2. Utang yang melebihi batas
Ketika suatu individu atau bisnis memiliki terlalubanyak hutang dan mengalami default atau gagal bayar, dapat menyebabkan kebangkrutan dalam tingkatpersonal atau bahkan sampai tingkat global. Hal inidisebabkan ketika mereka mangalami kebangkrutan, maka aset-aset mereka yang dijaminkan ataupemasukan yang mereka punya pada umumnya akandiambil alih oleh para debitur.
3. Penggelembungan aset
Penggelembungan aset (bubble) adalah kondisidimana investasi didorong oleh emosi sehingga hargadari suatu aset melebihi dari nilai wajarnya. Sehingga, ketika masyarakat menyadari bahwa suatu aset bernilaijauh dibawah harganya saat ini, maka terjadi penurunanharga yang sangat tajam atau disebut bubble burst. Hal ini menyebabkan para pemilik aset yang sebelumnyamembeli aset tersebut di harga yang sangat tinggimerasa panik dan menjualnya di harga yang jauh lebihrendah daripada saat membeli. Menyebabkan kerugianyang fantastis bagi mereka. Salah satu contoh darifenomena penggelembungan aset adalah fenomenakrisis hipotek (mortgage crisis) yang terjadi di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa lainnya pada tahun2008.
Komentar
Posting Komentar